NRP: F2……

December 15, 2010

Ya. Itulah digit awal NRP saya. NRP yang saya dapatkan ketika saya resmi diterima menjadi mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor.  Bagaimana ceritanya hingga saya bisa terdampar (dengan bahagia) di ITP IPB?

Berawal dengan kegalauan khas anak SMA yang sedang labil dalam menentukan “mau dibawa ke mana jurusan saya”. Ya, saya adalah orang yang cukup sulit menentukan pilihan. Terlebih lagi pilihan yang akan menentukan bagaimana saya hidup 4 tahun ke depan, bahkan puluhan tahun ke depan. Bukan hanya itu saja yang saya pikirkan. Saya juga berharap melalui jurusan saya, saya bisa menjadi orang yang turut andil dalam menyejahterakan orang lain J

Lalu saya mulai mencari hal-hal apa yang saya sukai. Desain. Seni. Biologi.

Desain? Oh, no.. saya tidak sanggup menghadapi tugas-tugas menggilanya.

Seni? Mm, yahh.. mau jadi apa saya kalau berkutat di dunia seni?

Dan saya berhenti di biologi. Mm, dokter? No, no.. saya tidak sanggup. Dokter hewan mungkin? Saya memang penyuka hewan, tapi tidak saat mereka datang dalam keadaan sakit.

Lalu datanglah interupsi dari papa saya.

“Jurusan foodtech ajaa..”

*Berpikir*

*Merenung*

Yah, boleh juga. Sepertinya itu cukup “biologi”. Menurut papa saya, peluang kerjanya cukup baik dan kita tidak harus bergantung pada orang lain untuk bisa membuat lapangan pekerjaan saya sendiri. Saya pun menerima usul beliau dengan senang hati. Okee. Satu pencerahan saya dapatkan.

Lalu? Teknologi pangan yang mana? Saya pun mulai mencari-cari beberapa referensi universitas. Berdasarkan rekomendasi sepupu saya, sampailah saya pada IPB

Dan karena saya malas mengikuti test (haduh2) saya pun mendapat pencerahan dengan adanya program USMI di IPB. Yaitu jalur penerimaan mahasiswa tanpa test. Saya pun menjadi satu-satunya siswa dari sekolah saya yang mengajukan diri untuk menjadi mahasiswa ITP IPB. Dan hasilnyaa?? Ditolak. Terima kasih.

Ya. Saya sangat bersyukur karena jika saya diterima USMI, maka saya akan kehilangan traktiran farewell dari teman-teman saya sepanjang bulan Juli 2009. Hehe..

Lalu saya pun mencoba mencari jalan lain untuk mencapai teknologi pangan. Saya memutuskan untuk mengikuti seleksi SMUP UNPAD. Merasa gagal dengan pekerjaan saya saat test masuk, saya pun mulai pesimis. Akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar SNMPTN dengan jurusan yang sama di kedua perguruan tinggi tersebut. Ternyata, sebelum saya menjalankan test, pengumuman SMUP UNPAD keluar dan saya diterima! Oh, waw.. *Yeiy, masa depan saya jelas!

Walaupun begitu, saya tetap mengikuti test SNMPTN. Dan hasilnya? Oh, waw juga.. pengumuman SNMPTN menyatakan bahwa saya diterima di Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan IPB

Saya pun memutuskan untuk memilih yang terbaik. Terbaik dari segi lokasi, dana, dan tentunya peringkat universitas

Dan inilah akhir dari awal perjalanan saya di ITP IPB. Dan saya tidak salah memilih. ITP IPB memang pantas dibanggakan. Terbukti dengan adanya pengakuan dari IFT IFT

bahwa IPB memiliki standar pendidikan yang diakui di dunia internasional. Dosen-dosen ITP pun merupakan lulusan yang menguasai bidangnya dan juga menjadi pengajar di universitas-universitas ternama di luar negeri.

Referensi :

http://www.ipb.ac.id/

http://ipb.ac.id/admission/undergraduate/new-student-enrolment

http://smupunpad.wordpress.com/

http://www.kompas.com/data/lipsus/snmptn/JAKARTA.pdf

http://itp.fateta.ipb.ac.id/id/index.php?option=com_frontpage&Itemid=1

http://adesuherman09.student.ipb.ac.id/2010/08/08/peringkat-ipb/

http://itp.fateta.ipb.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=207&Itemid=286

Filed in Uncategorized at 7:38 am

no comments